Senin, 19 Agustus 2013

Lebaran dengan Sampah?

Lebaran dengan Sampah?
Oleh: Sayyidah Vina Syauqia
 
          Idul Fitri memang hari yang sangat dinantikan oleh umat Islam, dimana kita semua kembali ke fitrah setelah sebulan penuh di bulan Ramadhan dibersihkan dari dosa dengan berpuasa.
          Malam hari sebelum Idul Fitri, yang kita sebut dengan malam Takbiran, akan ramai dengan kumandang takbir. Di Indonesia, sebagian umat Islam dengan berkelompok berkeliling membawa obor sembari mengumandangkan takbir. Sedangkan sebagian yang lain lebih memilih bersantai dengan tetap di rumah menonton acara televisi, pergi ke alun-alun kota untuk jalan-jalan, menikmati pertunjukan kembang api, berkumpul dengan kerabat dan membeli makanan. Malam itu semua orang akan berbahagia menikmati semaraknya perayaan menjelang Idul Fitri.  Tetapi apa yang terjadi dengan esok? Sampah berserakan. Sampah basah sisa makanan, sampah kering dari bungkus makanan dan sampah bahaya dari debu kembang api yang dinyalakan. Semua bercampur jadi satu. Siapa yang dirugikan?
          Yang dirugikan adalah tanah, air dan udara. Ada tigakemungkinan yang terjadi. Pertama, apabila sampah ditimbun, yang dirugikan adalah tanah. Tanah akan tercemar. Kedua, apabila sampah dibakar, udara tercemar. Ketiga, apabila sampah dibuang ke sungai, sungai akan tersumbat dan air akan tercemar. Dari ketiga kemungkinan tersebut, sudah pasti kerugiannya juga berdampak pada kita, manusia sebagai khalifah yang diwajibkan untuk menjaga bumi.
          Lingkungan yang rusak akan sangat merugikan. Selain lingkungan rusak, kerugian yang diterima manusia dari menumpuknya sampah sudah pasti sangat banyak. Berbagai macam penyakit mulai dari asma, flu, batuk, sesak napas, gatal-gatal, sakit perut, muntah-muntah sampai keracunan. Virus yang menyebabkan berbagai penyakit dapat dengan cepat berkembang dan manyebar dengan cepat dalam sampah, apalagi dalam keadaan yang bertumpuk dan lembab. Kemudian virus tadi disebarkan oleh lalat, sebagai salah satu contoh. Virus menempel pada kaki lalat dan bulu-bulu halus di seluruh tubuhnya. Lalat ‘bervirus’ tersebut masuk ke pemukiman penduduk, menempel di berbagai tempat, di makanan misalnya, meninggalkan virus kemudian kita mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi tersebut. Kemudian virus menyebar dan menyerang organ pencernaan kita dan yang paling cepat terjadi kita akan diare. Salah satu lalat pembawa virus ini  adalah Musca demostica atau yang sering kita sebut dengan lalat rumah.
          Upaya untuk mengendalikan penupukan sampah harus dilakukan. Sampah dibagi menjadi dua menurut kemampuan diurai oleh alam. Pertama, sampah Biodegredable. Sampah jenis ini adalah sampah yang dapat diuraikan dengan sempurna melalui proses aerob dan anaerob. Pengendalian sampah jenis ini dapat dilakukan dengan proses aerob dan anarob dengan mengubah sampah basah menjadi kompos menggunakan komposer. Dan sampah Non-biodegredable, adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh proses biologi. Karenanya, yang dilakukan untuk mengendalikan sampah jenis ini adalah dengan mendaur ulang. Sampah dapat didaur ulang menggunakan mesin-mesin daur ulang, sehingga menjadi barang yang bisa diolah kembali.
          Pengendalian yang lain dilakukan dengan 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi) dan Recycle (mendaur ulang). Mari kita lebih mencintai bumi dan tidak merusaknya dengan sampah.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Joget Cesar

TV lagi heboh-hebohnya Cesar dengan jogetannya, sumpah kocak. Mau liat Cesar joget? Nonton Yuk Kita Sahur Trans TV. Biasanya sih jam 4, hehe. Bukan ngiklan sih-_-
Cesar
Ada tutorial jogetnya nih:
Lumayan sih olahraga pagi-pagi, diet jam sahur soalnya energik banget. Kalo mau download musiknya search aja di Google :D

Senin, 01 April 2013

Penumpukan Sampah


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb
                Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Yang telah banyak memberi nikmat kepada kita, serta berkah rahmat dan hidayah-Nya. Dan Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Amin...
Alhamdulillahi robbil ‘alamin...
                Dengan penuh syukur terucap, kami penulis telah berhasil / telah selesai menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia  menulis laporan hasil wawancara yang berjudul “Sampah” yang insyaalloh sudah dikerjakan dengan penuh ketelitian dan bimbingan dari guru pengampu, kami selaku penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Ismail yang telah bersedia membantu kami dalam menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia ini.
                Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pembacanya, dan dapat digunakan sebagai contoh untuk tugas adik-adik kelas berikutnya. Kiranya ada tutur kata dan penulisan yang salah mohon dimaafkan.

Wassalamu’alaikum wr.wb


Penyusun











Daftar Isi
Kata Pengantar                                                                                              
Daftar Isi                                                                                                        
BAB I Pembukaan
a.      Latar Belakang                                                                             
b.      Profil Narasumber
c.       Data Pertanyaan
d.      Tujuan
BAB II Isi
a.      Pengertian Sampah
b.      Hasil Wawancara
c.       Kesan dan Pesan
d.      Faktor Penyebab  
BAB III Penutup
a.      Kesimpulan
b.      Saran













BAB I
a.      Latar Belakang
Dewasa ini, siswa SMA A Wahid Hasyim Tebuireng yang ruang kelasnya terletak di sebelah barat sering mengeluh tentang sampah di belakang sekolah. Menumpuknya sampah di belakang sekolah menyebabkan bau tidak sedap yang menyengat. Mereka mengelu-elukan bau sampah yang seringkali membuat mereka sakit kepala karena tidak tahan dengan bau menyengat dari sampah. Bau sampah yang menyengat juga sering mengganggu konsentrasi belajar saat KBM. Tidak jarang, guru yang mengajar juga ikut mengeluh. Salah satu cara yang mereka lakukan untuk menghindari bau sampah ini adalah dengan study outdoor. Tetapi tentu saja hal ini tidak efektif. Udara di daerah Tebuireng yang panas tentu membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman.
Hal ini yang membuat penyusun tergerak untuk melakukan wawancara dengan pihak terkait maslah sampah yang menumpuk.
















b.      Profil Narasumber

      Pihak yang kami jadikan narasumber adalah beliau, Bapak Mas’ud Fauzi. Rekan-rekan kerja beliau lebih akrab memanggil dengan sebutan Pak Ji. Pak Ji dalam hal ini bertanggung jawab atas bidang Pelaksana Tunggal di lingkungan Pesantren Tebuireng yang mendapat tugas langsung dari Ir. Abdul Ghofar yang bertindak sebagai Sekretariat Pembangunan Pesantren.
      Untuk saat ini, Pak Ji dibebankan 2 tugas. Yang pertama, membangun gedung perkuliahan tambahan untuk IKAHA (Institut Keislaman Hasyim Asy’ari) dan proyek untuk penguburan sampah yang menuai konflik, terutama untuk siswa di SMA A Wahid Hasyim ini.











c.       Data pertanyaan
Sampah yang menumpuk menimbulkan beberapa pertanyaan, sebagai berikut:
Apa yang dilakukan terhadap sampah yang menumpuk itu ?
Mengapa sampah itu dipindah ke belakang SMA A Wahid Hasyim ?
Siapa yang mempunyai ide dan bertanggung jawab atas progam ini ?
Apakah sampah yang dikubur  tidak akan merusak tanah ?
Akan dibuat apa tanah tersebut ?
Mengapa sampah yang ditutup hanya setengah ?
Kapan program ini dimulai dan kapan berakhirnya ?
Sampah ini didapatkan dari mana saja ?
Dimana program ini dilaksanakan ?
Mengapa diadakan program ini ?
Apa keuntungan dari sampah ?
Kesulitan apa yang dihadapi dalam program ini ?
Dari mana biaya program ini ?
Alat-alat apa yang dibutuhkan dalam program ini ?
Sistem apa yang dilakukan dalam program ini ?
Bagaimana dengan sampah yang masih berserakan dijalan ?

d.      Tujuan
Tujuan yang kami harapkan dari kegiatan wawancara ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui penyebab penumpukan sampah;
2.      Mengetahui dari mana asal sampah-sampah tersebut;dan
3.      Mengetahui cara yang diambil pihak terkait untuk menuntaskan masalah penumpukan sampah ini.





BAB II
a.      Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Berdasarkan sifatnya
1.       Sampah organik - dapat diurai (degradable)
2.       Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos; 2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
Berdasarkan bentuknya
Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:
Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
1.       Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2.       Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
o             Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
o             Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
Sampah Cair                             
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
·          Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
·          Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal  dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan.
Sampah alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
Limbah radioaktif
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

b.      Hasil wawancara
Penumpukan sampah, baik organik maupun anorganik yang terjadi ini disebabkan oleh banyaknya konsumsi makanan. Pengonsumsi makanan ini utamanya berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng secara keseluruhan, baik dari Pondok Putra, Pondok putri, SMA A Wahid Hasyim, MA Salafiyah Safi’iyah, SMP A Wahid Hasyim, MTs Salafiyah Safi’iyah dan dari lingkungan pondok lain. Sampah-sampah dari berbagai sumber itu dikumpulkan di satu tempat. Dan tempat yang dipilih oleh pihak pembangunan adalah di belakang ponten (toilet) yang ada di kawasan Pondok Pesantren Putri Tebuireng.
DSC_0000211.jpgDSC_0000208.jpg
Gambar: penumpukan sampah di belakang ponten
Sampah yang jumlahnya kian hari kian bertambah inilah yang menyebabkan bau busuk yang menyengat hidung, utamanya mengganggu kegiatan yang diadakan di Pondok Putri. Menurut pengakuan salah satu santri, bau busuk yang sangat menyengat ini seringkali ikut mampir ke dalam kamar yang tentunya para santri seringkali harus berlomba untuk menutup hidung ketika masuk kamar, karena lokasi kamar yang berdekatan dengan tempat penumpukan sampah tadi.
Sebenarnya pihak UKLP (Unit Kebersihan Lingkungan Pesantren) tidak berniat melakukan penumpukan sampah disitu. Mereka menargetkan sampah ini diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap hari oleh petugas dari PEMDA. Tetapi ternyata pihak PEMDA selalu tidak sempat. Sehingga terjadilah penumpukan sampah yang menyebabkan bau ini.
Pihak UKLP sekarang bekerjasama dengan bagian Pembangunan untuk menyelesaikan masalah penumpukan sampah. Bagian pembangunan yang dimandori Pak Ji ini mendapat tugas langsung dari Sekretariat Pembangunan Pesantren Tebuireng, yakni Ir. Abdul Ghofar untuk melakukan penimbunan sampah dengan segera.
Pak Ji mengomandani untuk melakukan penimbunan sampah yang berlokasi di sebelah barat ponten atau tepatnya di belakang SMA.
Untuk menyelesaikan program ini, Pak Ji membutuhkan tenaga sistem borongan yang membutuhkan 6 orang pekerja yang bertugas sebagai operator, teknisi dan pengoperasian alat berat.
Alat berat yang digunakan dalam program ini adalah Eskafator. Eskafator berfungsi untuk mengeruk tanah yang akan digunakan sebagai tempat untuk menimbun samaph. Pertama, Eskafator yang dioperasikan oleh satu orang operator mesin mengeruk tanah sepanjang kurang lebih 20 meter dengan dalam kurang lebih 5 meter.
1085d-working-range-illustration2.jpgs_2623115_75483335.jpg
Gambar: alat berat Eskafator
Kedua, tanah yang dikeruk akan diisi sampah yang kemudian ditutup lagi oleh tanah. Ketika ditanya bagaimana kondisi tanahnya, Pak Ji menjelaskan bahwa tanah yang digunakan untuk menimbun sampah memang dari awal tidak direncanakan untuk pertanian. Tanah milik Pesantren ini hanya akan digunakan untuk pembangunan. Namun untuk membangun apa nantinya, bagian pembangunan belum mendapat tugas. Yang terpenting, sudah melaksanakan penimbunan sampah yang kemudian akan diserahkan kembali ke yayasan, tanah yang sudah diratakan yang berisi sampah itu akan diapakan nantinya.
Di sebelah lokassi penimbunan terdapat sepetak tanah milik warga yang digunakan untuk bersawah. Nah, pihak yayasan sebenarnya ingin membeli tanah tersebut agar lebih leluasa menggarap proyak penimbunan sampah. Tetapi warga pemilik tanah itu belum mengijinkan pembelian tanah tersebut, sehingga terpaksa lokasi penimbunan sampah berdekatan dengan petak sawah milik warga ini.
Pak Ji dan teamnya mengusahakan sampah yang menumpuk seluruhnya dapat dengan segera dikubur. Karena penumpukan sampah yang terus menerus dalam waktu yang lama akan menimbulkan berbagi macam penyakit untuk orang disekitar tempat penampungan.
Sampah yang saat ini di penampungan akan segera dikubur, sedangkan sampah yang selanjutnya akan ada PEMDA yang mengambil sampah yang baru untuk langsung dikumpulkan di TPA tanpa harus menumpuk lagi.
Program ini akan terus dilakukan dan diusahakan secepat mungkin selesai karana tentunya hal ini sangat mengganggu. Pak Ji menargetkan program yang dimulai tanggal 23 Maret akan selesai dalam 2 minggu kedepan.
Selain program penimbunan sampah, pernah tersiar kabar bahwa di sekitar lokasi tersebut juga akan dibangun terminal.
Setelah mendapat penjelasan dari Pak Ji, ternyata memang benar akan dibangun terminal bis, tetapi lokasinya tidak persis di lokasi penimbunan sampak. Lokasi yag digunakan adalah jalan di depan bekas peternakan yang lebih kearah barat lagi. Lagipula, yang membangun terminal nantinya adalah PEMDA, bukan bagian pembangunan pesantren tebuireng.
Biaya yang digunakan untuk program ini murni dari yayasan.



c.       Kesan dan Pesan
Sebelum mengakhiri wawancara, Pak Ji sempat memberikan kesan tentang pembangunan  di Pesantren Tebuireng, “Pembangunan di Pesantren Tebuireng berkembang baik dan standar.”
Pak Ji juga menyampaikan pesan untuk santri Pondok Pesantren Tebuireng,           “Buanglah sampah pada tempatnya.”
BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA.jpg1297912514_133642943_12-TEMPAT-SAMPAH-FIBERGLASS-BERKWALITAS-PRIMA-.jpg
d.      Faktor Penyebab
1.    Volume sampah sangat besar dan tidak diimbangi oleh daya tampung TPA sehingga melebihi kapasitasnya.
2.    Lahan TPA semakin menyempit akibat tergusur untuk penggunaan lain.
3.    Jarak TPA dan pusat sampah relatif jauh hingga waktu untuk mengangkut sampah kurang efektif.
4.    Fasilitas pengangkutan sampah terbatas dan tidak mampu mengangkut seluruh sampah. Sisa sampah di TPS berpotensi menjadi tumpukan sampah.
5.    Teknologi pengolahan sampah tidak optimal sehingga lambat membusuk.
6.    Sampah yang telah matang dan berubah menjadi kompos tidak segera dikeluarkan dari tempat penampungan sehingga semakin menggunung.
7.    Tidak semua lingkungan memiliki lokasi penampungan sampah. Masyarakat sering membuang sampah di sembarangan tempat sebagai jalan pintas.
8.    Kurangnya sosialisasi dan dukungan pemerintah mengenai pengelolaan dan pengolahan sampah serta produknya.
9.    Minimnya edukasi dan manajemen diri yang baik mengenai pengolahan sampah secara tepat.
10.  Manajemen sampah tidak efektif. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman, terutama bagi masyarakat sekitar
.



BAB III
a.      Kesimpulan
Sampah telah menjadi masalah yang lumrah bagi semua orang khususnya di kota kota besar. Semakin besar jumlah penduduk semakin meningkat pula volume sampah yang ada karena sampah merupakan bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, industri dll. Dengan jumlah timbunan sampah  yang semakin meningkat dari tahun ke tahun dan tanpa penanganan atau pengelolaan  yang baik sampah kota akan menimbulkan berbagai masalah serius baik dari segi sosial maupun lingkungan seperti wabah penyakit yang ditimbulkan serta bau busuk yang membuat lingkungan kita tidak  nyaman untuk ditinggali
http://ratupramitaintan0909.files.wordpress.com/2012/11/sampah.jpg?w=547
Selama ini masayarakat selalu menanggapi masalah sampah dengan sebelah mata, mereka membuang sampah dimana saja dan bukan pada tempatnya walau kelihatan sepele tetapi sampah itu akan menjadi masalah yang sangat besar contohnya banjir. Banjir yang terjadi di kota kota besar sangat merugikan masyarakat, mereka kehilangan rumah, pekerjaan bahkan sanak saudara. Hal ini bisa terjadi karena ulah masyarakat yang menggap sampah masalah yang sepele.
Karena hal itu, marilah kita jaga lingkungan kita dari timbunan sampah dengan cara memilah sampah organik dan non organik lalu mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat sehingga lingkungan kita nyaman terbebas dari timbunan sampah yang menganggu.
b.      Saran
Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:
·          Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
·          Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
·          Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
·          Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

                                           1297912514_133642943_12-TEMPAT-SAMPAH-FIBERGLASS-BERKWALITAS-PRIMA-.jpg













Galeri Foto

DSC_0000200.jpg      DSC_0000215.jpg
            Salah satu penyusun menyempatkan             Pemulung yang memanfaatkan
                    berfoto bersama mandor                sampah untuk mendapatkan penghasilan

DSC_0000208.jpg      DSC_0000213.jpg

74tong-sampah.jpg   memilah-sampah.jpg    sampah.png